Beyond Skyline (2017)
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Follow Instagram saya, ya teman-teman, gres bikin nih
Apalagi bagi yang ingin tau penampakan sayah
----> @paint_lapain <----
---------------------------------------------------------------------
Apalagi bagi yang ingin tau penampakan sayah
----> @paint_lapain <----
---------------------------------------------------------------------
Beyond Skyline
---- UNDUH FILM - LOGIN/DAFTAR DULU, GRATISSS !!!
---- UNDUH FILM - LOGIN/DAFTAR DULU, GRATISSS !!!
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------- Klik Link yang ada --- Tunggu hingga keluar goresan pena “VISIT LINK”
Setelah itu Klik “VISIT LINK” dan tunggu masuk ke kawasan download
---------------------------------------------------------------------
Trailer
---------------------------------------------------------------------
Sebuah Coretan
Melanjutkan kisah Skyline (2010). Frank Grillo berusaha menyelamatkan puteranya yang diculik pesawat alien bling-bling biru. Dalam perjalanan ini, ia menemukan seorang bayi yang akan membawa impian kepada umat manusia. Bersama sekelompok penyelundup narkoba di Laos (aslinya sih Yogyakarta), mereka bertempur melawan alien di Candi Prambanan dan Candi Sewu.
Seperti komitmen Strause Brothers, film Skyline akan dibagi ke dalam dua film alias Dwilogi. Film pertama yang endingnya kentang banget, menciptakan banyak penonton penasaran. Akhirnya, sesudah tujuh tahun berlalu, para penggemar sanggup menyaksikan simpulan perjalanan insan melawan alien bling-bling biru.
Di film ini, naskah dan sutradara dipegang oleh Liam O'Donnell sementara Strause Brothers hanya memegang kendali sebagai produser. Waktu tujuh tahun ini dibutuhkan alasannya mereka terkendala dana, meski Skyline bergotong-royong untung besar dengan total laba $ 66.821.036 dan dana yang dikeluarkan sebesar $ 10.000.000 Mungkin perseteruan antara Strause Brothers dengan Columbia Pictures merupakan salah satu penyebabnya. Columbia menuduh Strause Brothers mencuri inspirasi film mereka, Battle Los Angeles (2011) dimana Strause Brothers bekerja di divisi CGI. Memang kedua film tersebut mempunyai tema yang sama, perang melawan Alien di Los Angeles. Masalahnya, tema menyerupai itu sudah umum banget di zaman menyerupai sekarang.
Skyline secara kisah begitu lemah dengan naskah dangkal. Bisa dilihat, kasting bintang film yang tak terkenal, dana mereka tersedot untuk imbas visual yang sangat mewah, setara film blockbuster studio besar Hollywood. Hanya itulah nilai plus di film itu, nilai plus yang menciptakan orang jatuh cinta dengan imbas bling-bling birunya, termasuk saya. Skyline sanggup dibilang tonggak awal aku menekuni dunia subber gratisan. Filmnya sempat aku tonton di bioskop dan dalam jangka waktu seminggu kemudian muncul versi R6 dan DVDRip. Agak kerepotan bikinnya alasannya memakai metode hearing, menerjemahkan eksklusif dari videonya. Hasilnya, empat jam kelar dengan meraba-raba disana-sini, apalagi masih newbie, beneran timing satu line ajah ga becus, susah bener.
Kembali ke Beyond Skyline, kali ini sebagai fans setia (ciee…) aku bela-belaiin nonton di bioskop. Apalagi, ada jajaran pemain berkelahi top Indonesia, Iko Uwais dan Yayan Ruhian ditambah setingnya di Candi Prambanan dan Candi Sewu. Dari segi cerita, ya ampunnn, naskahnya cetek banget, aku lho dibayar murah bikin naskahnya mau banget, setidaknya sanggup lebih baik daripada naskah di film ini (merasa yakin, terlalu pede). Sebenarnya ada potensi besar di film ini, lebih fokus ke kisah dengan meminimalisir CGI, menyerupai 10 CloverfieldLine (2016) yang kisah keren dan dana minimalis.
Adegan agresi di film ini, top banget, siapa dulu koreografernya, Iko Uwais dan Yayan Ruhian. Efek visual masih memukau, tapi ada penurunan, kurang bling-bling dibanding film sebelumnya. CGI difokuskan di adegan pertarungan final di Candi Prambanan dan Candi Sewu. Aslinya kedua candi itu berjarak satu kilometer dan masih dalam satu pagar Wisata Prambanan-Sewu-Ratu Boko. Paling suka ke Candi Sewu, sesudah pagi dikit, Candi Prambanan dijejali orang. Candi Sewu lebih sepi, lebih tenang, sanggup foto alay sepuasnya, hahahaha. Kalo pengen masuk gratis gampang, tinggal lompat pagar atau lewat di belakang dengan tampilan seadanya menyerupai warga lokal, dijamin gratis, rekomendasi dari pak polisi juga, hahahaha lagi.
Efek perang di Candi terlalu maksa, terlalu bertele-tele, dan efeknya terlalu kentara ketika memasuki pagi hari. Seharusnya tetap perang di malam hari, jadi ga terlalu kentara. Overall, yang paling mengecewakan yaitu subtitle resmi di bioskopnya. Gila ajah, udah bayar mahal-mahal, subtitlenya semi GT, google translate. Ga terang banget, malah lebih lezat dengerin audio inggrisnya. Itu juga subs inggrisnya lupa dihapus, alhasil numpuk sama subs Indonesia. Saking keselnya, eh, di ending ga ditulis siapa penerjemahnya, mungkin bayarannya dikit. Ngeselin banget pokoknya. Itu merupakan subtitle terburuk kedua di bioskop yang gue tahu sesudah Taken 2 (2012)
Rate pribadi
6/10
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------


0 Response to "Beyond Skyline (2017)"