Latest News

Mother! (2017)

Mother! (2017)
Sutradara                     Darren Aronofsky
Penulis                         Darren Aronofsky
Pemain                        Jennifer Lawrence, Javier Bardem
Durasi                          2 Jam 1 Menit
Rilis                             15 September 2017
Budget                         $ 30.000.000
Worldwide Gross        $ 44.516.999
Subtitle Rilis               7 Desember 2017
Rekues Berbayar      Falah Bagaskara
P A Y    P E R    R E Q U E S T
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Follow Instagram saya, ya teman-teman, gres bikin nih
Apalagi bagi yang ingin tau penampakan sayah

----> @paint_lapain <----
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Klik Link yang ada --- Tunggu hingga keluar goresan pena “VISIT LINK”
Setelah itu Klik “VISIT LINK” dan tunggu masuk ke daerah download
---------------------------------------------------------------------
Trailer
---------------------------------------------------------------------
Sebuah Coretan


Sebuah rumah kayu. Diantara sabana luas. Dikelilingi pepohonan perdu. Sepasang suami-istri. Seorang penyair dan istri setianya. Kehidupan surgawi mereka berubah, ketika tamu tak diundang datang. Sepasang kekasih dipenghujung senja. Rahasia demi rahasia. Dalam ketulusannya, sang Ibu harus terjebak dalam situasi mengerikan… Neraka yang turun ke dalam rumahnya.

Inilah karya gres sutradara kenamaan, Darren Aronofsky. Sutradara kenamaan ini mempunyai banyak karya fenomenal, mulai dari Pi, Requiem for a Dream, The Fountain, The Wrestler, Black Swan, Noah dan yang terakhir, Mother! Kebanyakan film yang dibesutnya sudah jadi langganan OSCAR dan menyabet banyak penghargaan bergengsi lainnya. Saat melihat trailernya, tentu saja menciptakan penasaran. Apa yang dialami sepasang suami-istri dalam rumahnya yang tenang? Apa yang dibentuk tamu tersebut hingga sang Ibu harus mengalami siksaan batin dan jasmani?

Semuanya berawal dikala Falah Bagaskara REKUES BERBAYAR Subs ini. Timing yang ada belepotan, harus diperbaiki sana-sini. Dan alhasil jadi juga. Saat menonton pertama kali, gres “ngeh” perihal judul yang diusung. Dan dikala proofreading, alhasil gres sadar film ini menceritakan wacana apa.

MENGANDUNG SPOILER --- BACA SETELAH KALIAN NONTON

Inti utama film ini ada di penggalan ending, dikala sang Suami menyampaikan bahwa dirinya “AKU ADALAH AKU” perkataan populer di Alkitab dikala Musa menanyakan ke “Tuhan” siapakah Dia yang berbicara kepadanya dalam perataraan api berkobar.

Dari sini segalanya menjadi jelas. Sang Penyair ialah Tuhan dan Sang Ibu ialah Bumi. Dalam bahasa Inggris, Bumi biasanya disebut Mother Earth dan dijadikan judul film ini. Katniss Everdeen, eh, Jennifer Lawrence bisa memerankan sosok istri impian, setia pada suami, baik hati, penyabar dan penyayang. Sosok yang merupakan Bumi nan indah dengan segala kelimpahannya sebelum dicemari manusia. Sosok Ibu ini juga bisa mencicipi rumahnya dengan “detak jantung yang sehat”

Banyak sekali Alegori dalam film ini. Rumah kayu yang merekat tempati ialah Taman Firdaus. Sepi, hening dan segala kebutuhan mereka tercukupi. Seorang laki-laki yang tiba menumpang (diperankan Ed Harris) ialah Adam. Meski rapuh dan sakit-sakitan, Sang Penyair begitu peduli padanya, penuh perhatian dan memenuhi segala kebutuhannya. Sempat sya pikir ini si Penyair main serong sama kakek-kakek renta yang sedang sekarat, hahaha. Sang Istri yang tiba belakangan ialah Hawa (diperankan secara epik oleh sang Catwoman legendaris sepanjang masa, Michelle Pfeiffer). Wanita penuh tipu muslihat dan intrik.

Kristal dalam ruangan pribadi sang Penyair ialah Buah Terlarang. Sang Wanita dengan bujuk rayu berusaha masuk ke dalam ruangan itu dan melihat Kristal tersebut. Sang Ibu, tentu mencegahnya sebab suaminya sudah melarangnya. Namun, pada alhasil Adamlah yang terjebak dalam rayuan mautnya. Kristal itu hancur berkeping-keping. Marah besar, Sang Penyair mengusir mereka keluar dari ruangan itu dan menyegelnya. Persis dikala Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden dan tamannya dijaga agar mereka tak bisa memasukinya lagi.

Dua putera Ed Harris dan Michelle ialah Kain dan Habel (Qabil dan Habil). Kakak-beradik ini bertengkar dalam rumah hingga mengakibatkan sang Kakak tewas di tangan adiknya. Darah sang abang merupakan dosa pembunuhan pertama umat manusia. Dosa yang tak bisa hilang, darah yang terus mengalir dan berakibat pada hancurnya rumah tersebut.

Tamu-tamu yang tiba berkabung merupakan umat insan yang memenuhi Bumi. Sembrono, serampangan, semaunya sendiri dan amoral. Pada alhasil mereka terusir akhir talang air pecah dan membanjiri seisi rumah. Perumpaan akan Nuh dan banjir besarnya.

Setelah sekian lama, keadaan hening kembali. Sang Penyair menulis buku baru. Buku yang digandrungi jutaan penggemarnya. Sayangnya, para penggemar ini menafsirkan isi buku tersebut seenak jidatnya sendiri (paham kan maksudnya?). Berakhir dengan pengrusakan rumah. Para penggemar menciptakan sekte masing-masing di dalam rumah. Ada sekte gemar wanita, sekte tukang bunuh dan sekte gila pembaptisan. Sang Ibu mencicipi jantung rumahnya hitam terkorupsi.

Film mendekati akhir, dikala sang Ibu melahirkan seorang putera. Putera terkasih tanpa dosa dalam segala kekacauan yang dibentuk insan (Sang Penebus). Para insan yang gila itu menunjukkan persembahan, ibarat para Raja dari Timur.

Puncaknya, dikala Sang Penyair menyerahkan putera semata wayangnya kepada para manusia. Mereka mengelu-elukannya dan membunuhnya, menjagalnya. Tubuh dan darahnya dibagikan kepada insan yang hadir (simbol komuni, badan dan darah Kristus ---- ingat lo ya, jangan bigot, hanya perumpaan di sini). Namun, di sini Sang Penyair tidak murka dan malah mencari cara agar dosa insan ditebus sebab mereka menyesal.

Sang Ibu, tentu saja marah, tapi ia malah diperlakukan tak adil, dihajar habis-habisan oleh manusia. Akhirnya, seluruh rumah hancur dan membinasakan seluruh insan dalam api, ibarat yang tertuang dalam Alkitab mengenai tamat zaman akan api, sebab Tuhan berjanji tak akan membinasakan insan dengan air lagi. Mungkin lho ya, Bumi tamat zaman sehabis dihantam meteor atau ditembak oleh Aliyen.

Dalam bubuk dan tamat nan pedih itu, Sang Penyair mengungkap jati dirinya dan membangun dunia kembali, mulai dari awal. Seperti halnya Bumi yang telah mengalami aneka macam macam tamat zaman dan kehidupan tumbuh kembali di atas bubuk kehidupan terdahulu.

Secara garis besar, ini film keren, bikin penasaran… Sampai menahan diri agar ga skip ke tamat film, hahaha, agar eksklusif tahu endingnya. Akting pemainnya jempolan semua. Kesabaran Ibu memang sepanjang jalan.


Rate pribadi
8/10

---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------

0 Response to "Mother! (2017)"

Total Pageviews